Senin, 04 Mei 2009

Kamar Mandi : Desain Sesuai Cara Mandi

Kamar mandi kering makin diminati, terutama oleh mereka yang tinggal di perumahan. Mengapa?

Dulu, tidak banyak orang yang berhasil menemukan kenyamanan di kamar mandi. Tempat ini hanya dianggap sebagai sarana untuk memenuhi 'panggilan alam' dan membasuh tubuh. Tak heran jika mereka tidak betah berlama-lama berada di kamar mandi.

Sekarang, makin tak terhitung jumlah orang yang menjadikan kamar mandi sebagai tempat untuk menyegarkan fisik sekaligus pikiran. Demi mendapatkan kedua manfaat tadi, orang pun rela untuk merombak kamar mandinya. Anda juga ingin melakukannya? Sebelum membangun ulang kamar mandi, Anda perlu sejenak mengenali kembali gaya hidup keluarga. Apakah Anda termasuk orang yang senang membersihkan diri dengan guyuran air? ''Jika memang demikian, kamar mandi basah cocok untuk Anda,'' saran arsitek Ghofar Rozak Nazila.

Sebagian besar orang Indonesia, lanjut Ghofar, masih bertahan dengan cara mandi seperti itu. Terutama, mereka yang tinggal di pedesaan dan daerah urban. ''Di perkotaan, hanya kelompok masyarakat tertentu saja yang terbiasa memanfaatkan kamar mandi kering,'' imbuhnya. Pilihan cara mandi sejatinya ditentukan oleh pandangan orang tentang kebersihan. Sebagian orang merasa dirinya belum bersih jika tak tersiram guyuran air dari bak mandi. ''Malah, ada yang tidak bisa buang air besar jika hanya tersedia tisu di kamar mandi,'' ungkap Ghofar. Sementara itu, ada pula orang yang merasa sudah tersegarkan dengan aliran air dari shower. Mereka juga yakin telah berhasil menyingkirkan kotoran yang melekat hanya dengan lembaran tisu. ''Unsur kebiasaan berperan besar dalam hal ini,'' kata Ghofar. Perkara bersih atau tidak juga menyangkut jenis kamar mandi. Kamar mandi kering di mata orang tertentu jauh lebih bersih ketimbang kamar mandi basah. ''Soal sesuatu bersih atau tidak memang terpulang pada persepsi masing-masing, '' jelas Ghofar.

Basah versus kering
Berpijak pada gaya mandi tadi, Anda dapat melanjutkan proses kreatif dalam mendesain kamar mandi. Kamar mandi kering secara visual lebih enak dilihat. Tipe ini juga mendatangkan kenyamanan ekstra. ''Lebih aman pula lantaran penggunanya tak mudah tergelincir oleh lantai yang licin terkena air,'' papar Ghofar yang menjabat sebagai direktur utama perusahaan pengembang, ReLife.

Dari segi desain, kamar mandi kering bisa lebih diolah. Apalagi, lantainya tak perlu diatur kemiringannya. ''Otomatis, bisa main keramik sesuai dengan pilihan tema,'' ucap arsitek yang mengembangkan Juanda dan Cimanggis Green Residence ini. Di kamar mandi kering, area basah tetap ada. Hanya saja, percikan air dilokalisir di satu tempat. ''Ada shower tray di dalamnya yang dilengkapi dengan tirai atau dinding dari bahan kaca, akrilik, atau mika yang lainnya,'' Ghofar menguraikan.

Perlengkapan lainnya tak jauh berbeda dengan kamar mandi basah. Di dalamnya terdapat kloset duduk, tempat tisu, gantungan handuk tangan, tempat sabun, wastafel, serta cermin. Semuanya bisa diatur dengan apik. ''Jangan lupa menyediakan tempat sampah untuk membuang tisu,'' Ghofar menyarankan.

Sementara itu, mereka yang terbiasa mandi dengan gayung juga bisa mempercantik kamar mandinya dengan beragam cara. Seperti dengan memilih tema tertentu. ''Anda dapat memberi aksen batu alam, batu koral, atau batu candi, tergantung desain yang dipilih,'' kata Ghofar. Selain kamar mandi kering dan basah, ada pula kamar mandi semi modern. Di dalamnya, bak mandi dapat dipertahankan keberadaannya. ''Tetapi, setidaknya butuh area seluas 2x2,5 meter persegi untuk mewujudkannya, '' komentar Ghofar.

Jika ruang yang tersedia untuk dijadikan kamar mandi tidak begitu luas, kamar mandi kering dapat Anda pertimbangkan. Sebab, pemasangan bak mandi cukup memakan tempat. ''Tipe semi kering juga pilihan yang tepat. Anda tak membutuhkan bak dan shower tray. Tetapi, area basah tetap harus dilokalisir, '' ujar Ghofar. Untuk dekorasi dinding, alternatifnya cukup banyak. Keramik, kayu, dan batu dapat dilirik. Sedangkan, wallpaper hanya mungkin dipasang di dinding yang aman dari cipratan air. ''Dekorasi material yang menyembulkan nuansa tiga dimensi juga dapat diaplikasikan pada dinding kamar mandi,'' ucap Ghofar.

Tren
Belakangan, skylight makin digandrungi. Pendaran cahaya alami menghasilkan efek dramatis di dalam ruang kamar mandi. Secara umum, skylight cocok untuk segala tipe kamar mandi. ''Biasanya skylight-nya berbentuk satu baris celah cahaya selebar 20 sampai 30 cm yang panjangnya 2 meter,'' Ghofar menuturkan, Saat ini, kamar mandi kering bertambah peminatnya, terutama mereka yang tinggal di kompleks perumahan.

''Warna abu-abu, hitam, dan putih dengan aksen warna mencolok seperti kuning, merah, atau hijau sedang digemari menyusul maraknya aplikasi gaya minimalis di perumahan,'' ungkap Ghofar. Apapun pilihan temanya, keselarasan tema dengan ruang-ruang lain di rumah tak boleh dilupakan. Tabrak warna hendaknya dihindari. Ingin gambaran lebih jelas? Jika kamar utama di dominasi warna pink, maka kamar mandi di dalamnya tak cocok dibalurkan warna hijau. ''Kesatuan tema penting untuk diperhatikan, '' sebut Ghofar.

Keamanan
Sebagai ruang yang sangat privat, kamar mandi harus dibangun dengan mengedepankan unsur keamanan. Terlebih, bagi pengguna berusia lanjut dan teramat belia. ''Sudut-sudut kamar mandi jangan sampai membuat orang terluka ketika terbenturnya, '' Ghofar mengingatkan.

Kamar mandi juga harus dilengkapi dengan lantai yang bertekstur kasar. Dengan begitu, penggunanya tidak mudah terpeleset. ''Lantas, kemiringan pipa saluran pembuangan juga harus diatur agar tidak mampet,'' kata Ghofar. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah sirkulasi udara. Seperti juga ruang lainnya di rumah, kamar mandi perlu bersentuhan dengan udara luar. ''Jika tidak bisa memasang jendela atau kisi-kisi angin, sediakan exhaust fan.'' rei

Sumber :www.fadliwae.web.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar