Senin, 04 Mei 2009

TAMAN MINIMALIS MODEL KNOCK DOWN DALAM TATA RUANG INTERIOR DAN EKSTERIOR . I .

Paradigma :

Kecenderungan manusia dalam memenuhi lebutuhan estetika akan sejalan dengan dengan tingkat kehidupanya. Penataan ruang dalam rumah menjadi sangat signifikan karena rumah adalah istana peraduan. Penataan yang kurang pas akan menimbulkan kejenuhan bagi yang menempatinya, menimbulkan kelelahan batiniahnya karena memandang dan menikmati tata ruang yang monoton. Pertamanan dalam ruang yang bisa diharapkan dapat memberikan nuansa arstitik alamiah selama ini tidak dapat memberikan solusi karena kebanyakan bersifat mati tidak fleksible, baik dan mampu memberikan kepuasan estetika sementara, lama kelamaan kejenuhan timbul yang endingnya tidak sedikit taman yang sudah terbangun dibongkar lagi. Bagi yang berduit itu bukan masalah yang besar, bagaimana dengan kurang berduit, Cost yang sebenarya tak perlu dikeluarkan tanpa pemikiran yang strategis.

Dari permasalahan tersebut garis kesimpulan yang diperlukan dalam mengatasi atau hal yang dapat memberikan solusi meliputi;

- Bagaimana menciptakan tataruang yang dapat dirubah setiap saat sesuai keinginan tanpa mengeluarkan cost baru.

- Bagaimana Pertamanan yang memberikan nuansa estetis alamiah dapat dirubah penempatanya maupun bentuk tanpa mengeluarkan cost baru.

Dasar Pemikiran :

- Menciptakan komponen tata ruang interior dan ekterior yang fleksible khususnya pertamanan sebagai pendukung terciptangan nuansa tata ruang yang alami .

- Menciptakan pemenuhan selera penikmat dalam eksploitasi estetika tata ruang sehingga penikmat akan lebih bebas berekpresi dalam menata bentuk dan letak yang di inginkanya.

- Menghemat cost pengeliaran dengan tanpa membongkar untuk direhat kembali, bila ada keinginan untuk dipindah letak dan posisinya.

Strukturitas, Proyeksi Model dan estetika tata ruang .

Komponen utama yang mendasari pertamanan yaitu batuan, tanaman dan aliran air sedangkan pendukung Repro tumbuhan (plastik, Pc ), media tanah - pupuk dan leghting lampu. Dari semua komponen tersebut adalah merupakan kesatuan pokok ide yang saling menopang terbentuknya keindahan, berikut yang sanga perlu perhatikan dalam menaplikasikan pertaman ;

Strukturitas.

Langkah awal dalam pemilihan bahan yang akan dipakai dalam pembuatan taman akan disesuaikan dengan fungsi yang rencana di aplikasikan. Bahan dasar pembuatan taman ada beberapa alternatif diantaranya Pc ( Pasir cemen ), Fiber Glas dan Arang cemen ( Karbon Lem Semen ), kecendrungan masing bahan mempunyai karakter yang berbeda, Pc mempunyai sifat volumesitas berat dengan tingkat keawetan maksimal, sangat cocok pada lokasi ekterior, kemungkinan untuk ditempatkan di dalam ruang harus memenuhi kreteria ; Desain bentuk fleksible berupa potongan dari total bentuk ( Knoc Down ) hal ini untuk kemudahan dipindah-pindah, sedangkan fibre dan karbon sudah memiliki karakter ringan, desain tidak harus berupa potungan pun mudah untuk dipindahkan dalam peletakanya.

Berikutnya yang sangat perlu diperhatikan adalah pola desain, pola desain model knok down akan berbeda dengan pola desain yang selama ini diterapkan pada taman-taman yang bersifat mati. Kecendrungan pola desain knoc down rebih rumit karena tehnis pembuatan sepotong ( Item ) yang kemudian disatukan dan membentuk kesatuan paket taman.

Penempatan secara global baik di interior maupun ekterior ruang hendaknya memperhatikan faktor kemudahan dakam perawatan, artinya mudah untuk di bersihkan dari berbagai sudut. Kecendrungan taman knokdown perlu perawatan dan perhatian yaitu; disisi-sisi sambungan dari potongan – potongan agar tetap pada posisi yang akurat.

Pembuatan taman knocdonw di harapkan akan memberikan alternatip dan wacana memecahkan solusi dari kejenuhan si penikmat ( Tuan Rumah ). Tingkat fleksibelitas menjadi kunci terciptanya taman yang bisa memberikan banyak kreasi dan penempatan yang mudah di aplikasikan dari berbagai sudut keinginan sehingga nuansa hasil kreasi tidak monoton.

Proyeksi Model minimalis .

Model minimalis akan memberikan ruang yang luas sehingga penempatan akan bebas dalam tata letaknya. Desain yang diaplikasikan akan disesuaikan dengan keinginan dari tema nuansa alami yang di inginkan baik untuk interior maupun ekterior bahkan akan mempunyai dua fungsi bisa diletakan luarmaupun dalam ruang. Taman model minimalis sistem knoc down dapat dipola sebagai pelengkap estetika ruang keluarga, ruang kerja, ruang tamu bahkan dapat diletakan di ruang-ruang kantor, gedung pertemuan,

Kesesuian model dapat dipadukan sebagai bentuk nilai fungsi seperti minibar, almari, meja bahkan partisi/ sekat antar ruang. Dengan paduan yang tidak meninggalkan nilai arstitiknya sebagai pemuas kebutuhan estetika.

Estetika tata ruang.

Taman akan memberikan keindahan pada ruangan apabila sesuai dengan kondisi ruangan tersebut, ruang yang sempit kurang pas untuk diberi taman karena akan menambah sempitnya ruang, ada baikya ruang yang sempit didisain taman sehingga ruang nampak energik dalam mewakili nuansa alamiah . Proporsional taman akan baik dengan menyeesuaikan kondisi, bentuk, tata ruang arsitektur dari keseluruhan bentuk bangunan. Penempatan di ruang kerja, ruang keluarga, ruang dapur kering, ruang tamu, teras, halaman dan kebun merupakan tempat yang lebih tepat dalam memberikan nuansa estetis.

Sumber : www.rudiseni.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar